Fakta Unik Pertandingan Manny Pacquiao VS Floyd Mayweather Jr

ZONA-1000 -Pertandingan Tinju Abad ini antara Manny Pacquiao VS Floyd Mayweather Jr Akan dilaksanakan tepat di kasino MGM Grand, kawasan Las Vegas dengan kapasitas penonton lebih kurang 16.500.
Dari rekor perrtandingan , Manny Pacquiao mungkin  lebih berpengalaman dengan catatan 64 kali bertanding, 57 kali menang, 39 kali hasil KO, 5 kali kekalahan 3 KO, 2 kali seri.
Sedangkan Namun Money atau Floyd Mayweather Jr dengan rekor  47 kali bertanding,  belum pernah mengalami kekalahan, dan menang 26 kali dengan hasil KO.
Adapun fakta unik antara pertandingan the money dan pacman seperti yang saya rangkum dari merdeka.com

1. Pertandingan tinju terbesar
Penggila olah raga tinju kelas dunia akan kembali dimanjakan dengan pertandingan akbar, antara Floyd 'Money' Mayweather melawan Manny 'Pac Man' Pacquiao. Pertandingan ini sempat disebut-sebut sebagai pertandingan tinju terbesar, karena dilaporkan bahwa nilai pertandingan antara kedua petinju ini mencapai nilai 160 juta Pound, atau setara dengan Rp 3,13 triliun.

Pertandingan yang menelan biaya terbesar sepanjang sejarah tinju ini pun, awalnya sangat sulit untuk digagas. Karena ternyata, setelah negosiasi kedua pihak selama bertahun-tahun yang kerap gagal, akhirnya tanda jadi pelaksanaan pertandingan antara Money Vs Pacman ini, baru bisa disepakati pada Februari 2015 lalu dan direalisasikan awal Mei ini.

Selain sebagai pertandingan tinju terbesar dalam segi pendanaan, sejumlah prediksi pengamat mengatakan jika pertandingan ini sepertinya akan semakin seru, dimana Pacman yang memiliki gaya bertinju kidal itu nampaknya akan melancarkan pukulan-pukulan agresifnya ke arah lawan. Hal itu diyakini para pengamat akan membuat Pacman mampu memegang kendali pertandingan di ronde-ronde awal.

Sedangkan Money-weather yang setia dengan gaya orthodox, dikenal dengan pola defensif nya di atas ring. Money terkenal sabar untuk bertahan dari serangan lawan, sebelum kemudian dirinya akan berbalik melancarkan serangan mematikan ketika sang lawan lengah sedikit saja.

Menurut data fisik dari keduanya, hal yang kemudian dianggap sebagai kelebihan Mayweather dalam duel ini adalah ia memiliki jangkauan pukulan yang lebih jauh, sepanjang 183 cm, dibanding milik Pacman yang hanya mampu menjangkau 170 cm. Karena itulah, Money dianggap sangat berbahaya ketika Pacman kelelahan karena gaya agresifnya di awal.


2.Bayaran tinggi kedua petinju

Kemeriahan menjelang pertandingan tinju kelas dunia antara Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao, yang rencananya akan digelar di kasino MGM Grand (Las Vegas) pada 2 Mei 2015 mendatang, berhasil menarik perhatian penikmat olahraga tinju sedunia. Bahkan, pertandingan ini disebut-sebut sebagai pertandingan termahal, dengan nilai kontrak yang tercipta sampai menembus angka 160 juta Pound, atau setara dengan Rp 3,13 triliun.

Selain itu, label 'termahal' dari pertandingan ini juga berhasil diraih, dengan total pendapatan yang amat tinggi bagi kedua petinju, yang diperkirakan mencapai angka 200 juta, atau sekitar Rp 4 triliun.

Dunia tinju kelas dunia pun telah mengakui, bayaran kedua petinju ini memang terbilang sangat mahal, karena hanya dalam waktu 36 menit saja keduanya sudah bisa mendapatkan bayaran lebih dari Rp 1 triliun.

Dalam laga tarung kali ini pun, Mayweather sendiri diketahui akan mendapatkan bayaran sampai senilai USD 120 juta, atau sekitar Rp 1,5 triliun. Sementara Pacquiao sendiri akan mendapatkan bayaran sampai senilai USD 80 juta, atau sekitar Rp 1 triliun.

Bahkan Mayweather Sr sang ayah, yang kini berusia 62 tahun itu mengatakan, dengan tingkat pendapatan yang dicapai putranya itu sampai saat ini, mestinya dia tidak perlu bertanding lagi.

"Setiap kali anda naik ring, apa saja bisa terjadi. Kelihatannya mudah namun tidak semudah yang terlihat. Dia membuatnya tampak mudah," ujar Mayweather Sr kepada media Inggris, The Sunday Telegraph.


3.Harga tiket fantastis, ludes dalam 60 detik
Pertandingan tinju yang akan digelar antara Floyd 'Money' Mayweather melawan Manny 'Pac Man' Pacquiao pada Sabtu (2/5) Mei, di MGM Grand Las Vegas, rencananya akan dihadiri langsung oleh 16.500 pasang mata, sesuai kapasitas kursi penonton di tempat tersebut.

Namun, pihak MGM Grand Las Vegas sendiri menginformasikan, hanya 1.000 buat tiket yang akan dijual bebas kepada khalayak publik, sementara sisanya akan dibagikan kepada pihak-pihak dari para petinju, pihak kasino, pihak sponsor, dan pihak promotor.

Bahkan sebelumnya sempat dilaporkan, kedua pihak dari masing-masing petinju ini sempat bersitegang mengenai urusan alokasi tiket, hingga sempat mempengaruhi penjualan tiket sampai harus ditunda. Akhirnya, MGM Grand mengumumkan akan menjual tiket itu mulai Kamis (23/4) pukul delapan malam waktu Inggris, setelah kedua pihak menepikan percekcokan mereka dan akhirnya mencapai kesepakatan.

Tiket yang akhirnya dianggap sebagai barang langka karena hanya berjumlah 1.000 buah itu, akhirnya dibanderol dengan harga yang berkisar antara USD 1.500 (sekitar Rp 19 juta), hingga USD 7.500 (atau sekitar Rp 97 juta) per kursinya. Sedangkan tiket termahal laga adu jotos itu, akhirnya dijual sampai menyentuh harga USD 10.000, atau sekitar Rp 129 juta, dengan hanya 500 lembar tiket yang disediakan.

Namun yang lebih mencengangkan, mahalnya harga tiket itu nyatanya tak berdampak sama sekali terhadap animo para pemburunya, hingga berhasil ludes hanya dalam hitungan 60 detik sejak penjualan mulai dibuka pada Kamis (23/4) malam tersebut.


4.Pendapatan yang besar dari pertandingan
 Pertandingan tinju akbar antara Floyd Mayweather Jr melawan Manny Pacquiao pada Sabtu (2/5) esok, kerap menimbulkan sejumlah masalah bagi sejumlah pihak yang ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan laga adu jotos tersebut. Biasanya, masalah-masalah di sekitar pertandingan itu memang tak jauh-jauh dari urusan profit, mengingat begitu banyak sponsorship yang mendukung terselenggaranya duel kali ini.

Setelah usai permasalahan seputar alokasi tiket, akhirnya diketahui bahwa ternyata profit yang dihasilkan oleh promotor pertandingan itu diperkirakan mencapai angka sebesar US$ 400 juta, atau sekitar Rp 5 miliar.

Hal itu belum lagi mencakup pendapatan dari stasiun tv HBO dan Time Warner, sebagai pihak pemegang hak siar yang memasang tarif USD 89,95 (sekitar Rp 1,2 juta), untuk sekali tayang saat pertandingan berlangsung. Belum lagi tambahan USD 10 yang mereka tawarkan kepada para pemirsanya, jika ingin mendapat kualitas tayangan beresolusi Hi-Definition (HD).

Selain itu, bursa penjualan suvernir pertandingan dari kedua petinju itu pun tak kalah menggiurkan, dimana pasar yang tercipta dari penjualan merchandise tidak resmi saja akhirnya memikat para pemilik toko olahraga, untuk mencetak ribuan kaos dari kedua petinju yang akan berlaga tersebut.

Hal itu membuktikan bahwa animo dan histeria massa, baik di dunia dan khususnya di Amerika, amat besar dan bernilai sangat ekonomis bagi sejumlah industri, yang mengkomodifikasi pertandingan tinju terbesar sepanjang sejarah ini.