Tahun 2017 Lorenzo Resmi Pindah ke Ducati

Zona1000.com - Jorge Lorenzo resmi akan meninggalkan Movistar Yamaha pada akhir musim ini dan pindah ke tim Ducati untuk masa kontrak dua tahun, menurut Motorsport.com.

Selama beberapa pekan terakhir, berita kepindahan juara dunia MotoGP itu memang sangat dominan, dan akhirnya resmi diumumkan Senin (18/4) atau sepekan menjelang Grad Prix Spanyol di Jerez.

Perjanjian Lorenzo dengan tim barunya mencakup musim 2017 dan 2018, dengan opsi untuk tahun ketiga.

Kontrak itu akan mengakhiri era delapan tahun pembalap Spanyol tersebut bersama Yamaha, yang telah diberinya tiga gelar juara dunia (2010, 2012, 2015). Sejak masuk MotoGP musim 2008, Lorenzo belum pernah berganti tim.

Yang belum terjawab sekarang adalah siapa di antara Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone yang akan dilepas untuk memberi jalan bagi Lorenzo, dan juga siapa pembalap pengganti Lorenzo di Yamaha.

Beberapa hari lalu, Lorenzo mengakui Yamaha memberinya tawaran terbaik yang pernah dia dapat di tim itu, namun dia merasa sebagai "orang asing" di sana karena skuat dianggapnya lebih berpihak ke Valentino Rossi.

Dilain sisi Valentino Rossi Valentino Rossi mengatakan jika Jorge Lorenzo pindah ke Ducati musim depan, itu akan menjadi pilihan yang berani, dan rekan setimnya itu akan tetap kompetitif.

BACA JUGA : 13 Olahraga Paling Konyol di Dunia


Bahkan menurutnya Lorenzo akan lebih sukses bersama tim Italia itu dibandingkan ketika dia membela Ducati musim 2011-2012.

“Jika dia melakukannya, itu merupakan langkah yang berani," kata Rossi dalam jumpa pers di Austin, Texas, Kamis (7/4) waktu setempat.
“Saya akan sampaikan padanya semoga sukses, dan juga untuk Ducati. Saya kira dia masih akan kompetitif, karena Lorenzo adalah pembalap yang tangguh dan juga Ducati sekarang adalah motor yang kompetitif."

Situasi yang dialami Lorenzo sekarang, kata Rossi, mirip seperti yang dia alami menjelang kepindahannya ke tim yang bermarkas di Bologna itu.

“Saya telah bersama Yamaha selama bertahun-tahun dan butuh tantangan baru. Ketika itu saya bicara dengan (mantan bos Ducati) Filippo Preziosi, dia menyampaikan ke saya sebuah proyek menarik untuk meningkatkan kinerja Ducati - yang telah menang bersama (Casey) Stoner dan berusaha membuatnya lebih mudah dikendarai oleh para pembalap lain," ujar Rossi.

Keputusannya ketika itu menjadi bumerang karena dia tidak sekompetitif seperti di Yamaha, dan hanya mendapat tiga hasil podium tanpa pernah juara selama dua musim. Namun sekarang, Ducati adalah motor yang berbeda sama sekali.

“Ducati telah membuat kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Motor ini sangat kompetitif, sangat kencang di lintasan lurus. Dalam dua balapan musim ini, mereka telah membuktikan bisa berada di baris depan," kata Rossi.